GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
Kementerian PU Gelar Penilaian Kompetensi Online Jafung Gelombang 6, Dorong SDM Unggul dan Profesional

Kementerian PU Gelar Penilaian Kompetensi Online Jafung Gelombang 6, Dorong SDM Unggul dan Profesional

Daftar Isi
×

Pelaksanaan Penilaian Potensi dan Kompetensi Online Jabatan Fungsional Gelombang 6 oleh BPSDM Kementerian PU. Foto: BPSDM Kementerian PU.

Nalar Rakyat, Jakarta, 10 Maret 2026
–Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penilaian Kompetensi kembali menyelenggarakan kegiatan Penilaian Potensi dan Kompetensi Online untuk usulan perpindahan dan kenaikan jenjang Jabatan Fungsional Gelombang 6. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis sistem merit.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 10 sampai dengan 12 Maret 2026, diikuti oleh 96 peserta dari total 100 undangan dengan tingkat kehadiran mencapai 96 persen. Peserta berasal dari berbagai unit organisasi di lingkungan Kementerian PU serta instansi lain, termasuk pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengelolaan Talenta BPSDM, Yunaldi, S.T., M.T., menegaskan bahwa penilaian potensi dan kompetensi merupakan instrumen strategis dalam mendukung pengelolaan SDM ASN yang objektif, sistematis, dan berkelanjutan. “Melalui penilaian ini, kita dapat memperoleh pemetaan talenta ASN secara komprehensif yang menjadi dasar dalam menempatkan pegawai sesuai prinsip the right man in the right place,” ujarnya.

Penilaian ini bertujuan untuk mengukur potensi, kompetensi manajerial, sosial kultural, serta kompetensi teknis peserta sesuai dengan standar jabatan fungsional yang dipersyaratkan. Hasilnya akan dianalisis menggunakan pendekatan Matriks 9 Kotak (Nine Box Matrix) untuk menghasilkan peta talenta ASN yang lebih terukur. Pemetaan ini menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan manajemen SDM, termasuk penempatan, pengembangan karier, hingga promosi jabatan. Dengan demikian, organisasi dapat memastikan bahwa setiap pegawai berada pada posisi yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya.

Pelaksanaan asesmen yang dilakukan secara online ini memungkinkan peserta mengikuti kegiatan dari kantor maupun kediaman masing-masing. Pendekatan ini menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan asesmen.

Metode yang digunakan juga beragam, mulai dari psikotes, simulasi kasus, hingga wawancara berbasis kompetensi, sehingga mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap kemampuan peserta.

Di akhir sambutannya, Yunaldi berharap seluruh peserta dapat mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh dan menjadikan hasilnya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kementerian Pekerjaan Umum semakin memperkuat langkah dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan pembangunan di masa depan.