![]() |
| Bari Ronaldo Saputra, seorang pemuda berusia 24 tahun yang meniti karier di berbagai bidang. (Foto: Dok/Ist). |
Nalarrakyat, Muratara— Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum untuk merefleksikan peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa. Semangat persatuan, keberanian, dan tanggung jawab yang diwariskan para pemuda pada 1928 tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan, ekonomi, dan perkembangan teknologi.
Semangat tersebut dapat dilihat melalui perjalanan Bari Ronaldo Saputra, seorang pemuda berusia 24 tahun yang meniti karier di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, administrasi keselamatan dan kesehatan kerja, pengelolaan program, teknologi, hingga dunia usaha.
Di usia yang relatif muda, Bari menjalankan lima peran profesional, yakni sebagai kepala Sekolah, admin PJK3, PIC Yayasan MBG, CEO aplikasi ojek online, serta Founder BRS Group. Berbagai peran tersebut menjadi bagian dari upayanya mengembangkan potensi diri sekaligus membangun kegiatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumpah Pemuda dan Tantangan Generasi Muda Masa Kini
Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, momentum ini mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.
Di tengah persaingan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, anak muda dituntut tidak hanya memiliki pendidikan dan keterampilan, tetapi juga keberanian mengambil inisiatif, kemampuan beradaptasi, serta kemauan menciptakan peluang.
Bagi Bari Ronaldo Saputra, masa muda merupakan kesempatan untuk belajar, membangun pengalaman, dan mengambil tanggung jawab. Ia berusaha mengembangkan karier di sejumlah bidang sekaligus menjadikan dunia usaha sebagai salah satu ruang untuk membuka kesempatan bagi orang lain.
Dari Dunia Pendidikan hingga Teknologi
Perjalanan Bari mencakup sejumlah bidang dengan tanggung jawab yang berbeda.
Sebagai kepala Sekolah, ia terlibat dalam dunia pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk kualitas generasi penerus. Sementara itu, perannya sebagai admin PJK3 dan PIC Yayasan MBG memberikan pengalaman dalam bidang administrasi, koordinasi, serta pengelolaan kegiatan.
Ia juga mengembangkan kiprahnya di bidang teknologi melalui aplikasi ojek online. Di tengah perkembangan ekonomi digital, inisiatif semacam ini memiliki potensi untuk memperluas akses layanan dan membuka peluang ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Selain itu, melalui BRS Group, Bari berupaya mengembangkan usaha dan membangun ruang kolaborasi yang dapat memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan produktif.
Beragam peran tersebut memperlihatkan upayanya untuk terus berkembang dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Namun, setiap bidang juga menuntut kompetensi, profesionalisme, serta tanggung jawab yang harus dijalankan secara konsisten.
Tidak Hanya Mencari Pekerjaan, tetapi Juga Menciptakan Peluang
Salah satu perhatian Bari adalah pentingnya memberikan ruang kepada anak muda untuk bekerja, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya.
Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk merintis usaha dan menciptakan peluang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Semangat tersebut menjadi salah satu landasan dalam mengembangkan berbagai kegiatan usahanya. Baginya, usaha yang dibangun seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi dan membuka ruang bagi orang lain untuk berkembang.
Dalam konteks Hari Sumpah Pemuda, upaya menciptakan lapangan kerja merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda. Kontribusi terhadap bangsa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat tumbuh melalui langkah nyata, konsistensi, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
Sumpah Pemuda Harus Menjadi Semangat untuk Bertindak
Peringatan Sumpah Pemuda setiap tahun seharusnya tidak berhenti pada seremoni, penggunaan atribut kebangsaan, atau penyampaian slogan. Semangatnya perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pendidikan yang berkualitas, kewirausahaan, pengembangan teknologi, peningkatan keterampilan, dan penciptaan kesempatan kerja merupakan sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang pengabdian bagi generasi muda.
Perjalanan Bari Ronaldo Saputra menjadi salah satu gambaran tentang upaya seorang pemuda membangun karier di berbagai sektor sekaligus mengembangkan kegiatan usaha. Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa membangun masa depan membutuhkan proses panjang, pembelajaran, dan tanggung jawab yang berkelanjutan.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, kisah ini membawa pesan bahwa usia muda bukan alasan untuk menunda kontribusi. Sebaliknya, masa muda dapat menjadi kesempatan untuk memulai, berinovasi, membangun usaha, dan menciptakan peluang yang bermanfaat bagi sesama.
Sebab, semangat pemuda tidak cukup hanya diucapkan. Semangat itu perlu dibuktikan melalui karya, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa.
