GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
Haji Suhendi : Pendiri Akademi Mantra Digital, Usung Pendekatan Subconscious Mindset First dalam Pengembangan Bisnis

Haji Suhendi : Pendiri Akademi Mantra Digital, Usung Pendekatan Subconscious Mindset First dalam Pengembangan Bisnis

Daftar Isi
×

The Legend Leader

BOGOR - Membangun bisnis tidak cukup hanya dengan menguasai teknik penjualan dan pemasaran. Pandangan itulah yang menjadi dasar Suhendi Iskandar dalam mengembangkan Akademi Mantra Digital, sebuah ekosistem yang mengintegrasikan edukasi, produk, serta jaringan pemasaran digital dalam satu wadah.

Menurut Haji Suhendi, banyak orang berfokus pada persoalan yang terlihat, seperti keterbatasan modal atau utang, tetapi tidak menyadari bahwa pola pikir dan pengalaman masa lalu juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi yang mereka alami saat ini.

Dari pemahaman tersebut, ia memperkenalkan konsep Subconscious Mindset First, yakni pendekatan yang menempatkan perbaikan mindset sebagai fondasi sebelum seseorang mengembangkan usaha atau meningkatkan kondisi keuangannya.

“Bisnis ini bukan sekadar mengejar profitabilitas semata, melainkan sebuah misi sosial untuk membantu banyak orang keluar dari mentalitas miskin dan jeratan utang melalui edukasi mindset yang benar,” ujar pengusaha yang akrab disapa Haji Suhendi.

Gagasan tersebut kemudian diterapkan melalui lima lini pengembangan usaha. Mantra Kids berfokus pada sektor UMKM dan produk anak, Mantra Uang menjadi sarana edukasi keuangan, Mantra Formula mengembangkan produk kesehatan dan kebugaran, sementara Sosial Affiliator berfungsi sebagai platform pemasaran digital berbasis afiliasi. Seluruh pilar itu diperkuat oleh Konsorsium Bisnis Bersama yang menjadi ruang kolaborasi antarpelaku usaha.

Menurut Haji Suhendi, keberhasilan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan para mitra dan anggota di dalamnya untuk tumbuh bersama. Karena itu, prinsip gotong royong dijadikan salah satu fondasi utama dalam pengembangan Akademi Mantra Digital.

“Bisnis besar tidak dibangun secara soliter, melainkan ketika para mitra dan member di dalamnya berhasil dan sejahtera, maka perusahaan secara otomatis akan ikut bertumbuh besar,” kata pengusaha yang kerap mendapat julukan The Legend Leader itu.

Ia mengakui tantangan terbesar dalam proses edukasi sering kali muncul dari harapan untuk memperoleh hasil secara cepat. Padahal, perubahan kondisi keuangan membutuhkan kesediaan seseorang untuk belajar, mengevaluasi kebiasaan, dan mengambil tanggung jawab atas keputusan yang dibuatnya.

Dalam menjalankan misinya, Akademi Mantra Digital memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Pengembangan jaringan kemitraan dan distribusi juga terus dilakukan sebagai bagian dari strategi memperluas manfaat program-program yang dijalankan.

 Untuk jangka pendek, Haji Suhendi ingin semakin banyak masyarakat memperoleh bekal dalam memperbaiki kondisi keuangan mereka. Sementara dalam jangka panjang, ia berharap pengembangan Mantra Uang dan Sosial Affiliator dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia.