GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
Sinergi Tanpa Anggaran: LAPAS Palopo, Unanda dan LSM Wanua Lestari. Inisiasi Aksi Peduli Pembinaan

Sinergi Tanpa Anggaran: LAPAS Palopo, Unanda dan LSM Wanua Lestari. Inisiasi Aksi Peduli Pembinaan

Daftar Isi
×
Universitas Andi Jemma (Unanda) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wanua Lestari. (Foto: Dok/Ist). 

Nalarrakyat, Palopo — Di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah, semangat kolaborasi untuk pemberdayaan masyarakat tetap bergelora. Universitas Andi Jemma (Unanda) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wanua Lestari menginisiasi gerakan "Palopo Peduli" dengan menggelar komunikasi awal bersama pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo.

Inisiatif ini dirancang sebagai langkah awal sebelum dilakukannya konsorsium resmi. Langkah mandiri berbasis kolaborasi non-anggaran (zero budget) ini berfokus pada pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

Dalam pertemuan santai namun substantif tersebut, Hartono, S.H., M.M., Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Palopo, hadir secara langsung sebagai garda terdepan mewakili pihak Lapas.

"Komunikasi awal ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi dan menyusun roadmap pembinaan yang tepat sasaran. Kendala anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk melahirkan inovasi pembinaan bagi warga binaan," ujar Hartono di sela-sela diskusi.

Bentuk Kolaborasi & Langkah Strategis

Melalui program gerakan Palopo Peduli, sinergi tiga entitas ini berencana mencakup beberapa poin utama:

  • Penguatan Kapasitas Berbasis Inovasi: Menghadirkan akademisi Unanda dan praktisi LSM Wanua Lestari untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi warga binaan.
  • Model Pembinaan Tanpa Beban APBN: Mengoptimalkan potensi, keahlian, dan jejaring komunitas swadaya tanpa bergantung pada alokasi anggaran pemerintah.
  • Persiapan Menuju Konsorsium: Menyusun kesepakatan awal sebagai fondasi pembentukan konsorsium pembinaan yang lebih formal dan berkelanjutan.

Langkah responsif ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan pioneer bagi daerah lain bahwa keterbatasan anggaran dapat diatasi dengan sinergi lintas sektor yang solid demi nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan sosial di Kota Palopo.