
Surabaya, kota yang terletak di Jawa Timur, kembali menjadi pusat perhatian dalam dunia wisata budaya nusantara. Dikenal sebagai kota pesisir yang kaya akan sejarah, Surabaya memiliki berbagai kekayaan budaya yang menarik untuk dieksplorasi. Dari seni pertunjukan hingga arsitektur kolonial, setiap sudut kota ini menyimpan cerita yang unik dan memikat. Seiring dengan perkembangan pariwisata nasional, Surabaya semakin dikenal sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman modern, tetapi juga menjaga nilai-nilai tradisional yang kuat. Menurut laporan dari Kementerian Pariwisata Indonesia (2025), Surabaya telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan budaya hingga 15% dalam dua tahun terakhir, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap budaya lokal semakin meningkat.
Kota yang dikenal dengan julukan Kota Pahlawan ini memiliki sejarah panjang yang melibatkan perjuangan dan perubahan politik. Salah satu aspek budaya yang paling mencolok adalah seni tari dan musik tradisional. Tarian seperti Tari Saman dan Tari Topeng Surabaya sering kali ditampilkan dalam acara-acara budaya dan festival lokal. Selain itu, musik tradisional seperti angklung dan gamelan juga menjadi bagian penting dari identitas budaya kota ini. Berdasarkan penelitian oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2025, sebagian besar warga Surabaya masih melestarikan tradisi tersebut, bahkan mengajarkannya kepada generasi muda.
Selain seni pertunjukan, Surabaya juga memiliki banyak situs sejarah yang dapat dikunjungi. Museum Bumi Perahu, misalnya, merupakan tempat yang menyimpan benda-benda purbakala dan artefak sejarah kota ini. Sementara itu, Gedung Grahadi dan Monumen Kapal Selam menjadi ikon yang menunjukkan peran Surabaya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota dan komunitas lokal bekerja sama untuk memperbaiki dan merawat situs-situs ini agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan adanya inisiatif ini, Surabaya tidak hanya menjadi kota yang ramai, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya.
Wisata Budaya yang Menggugah Jiwa
Salah satu aspek terpenting dari wisata budaya Surabaya adalah keragaman yang dimilikinya. Mulai dari pertunjukan seni yang menghibur hingga museum yang penuh informasi, setiap aktivitas budaya di Surabaya dirancang untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan bermakna. Misalnya, Festival Budaya Surabaya yang diselenggarakan setiap tahun menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh wisatawan dan masyarakat lokal. Acara ini menampilkan berbagai bentuk seni, termasuk tari, musik, dan pertunjukan teater yang menggambarkan kehidupan masyarakat tempo dulu. Menurut laporan dari Departemen Pariwisata Jawa Timur (2025), jumlah peserta festival ini meningkat secara signifikan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap budaya lokal.
Selain festival, Surabaya juga memiliki banyak ruang publik yang digunakan untuk kegiatan budaya. Taman Surya dan Taman Bungkul, misalnya, sering dijadikan tempat untuk pameran seni dan pertunjukan musik. Di sini, para seniman lokal dapat menampilkan karya-karya mereka kepada masyarakat luas. Bahkan, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan ruang-ruang ini sebagai tempat belajar dan berkreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan dengan cara yang inovatif dan relevan dengan zaman sekarang.
Tidak hanya itu, Surabaya juga memiliki banyak toko-toko khas yang menjual barang-barang tradisional. Mulai dari batik, kerajinan tangan, hingga makanan khas daerah, semua ini menjadi bagian dari pengalaman wisata budaya yang lengkap. Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Kecil dan Menengah (APKM) pada tahun 2025, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Surabaya menyebutkan bahwa pengalaman belanja dan kuliner menjadi salah satu hal yang paling mereka sukai. Ini membuktikan bahwa budaya tidak hanya bisa dilihat atau didengar, tetapi juga bisa dirasakan melalui interaksi langsung dengan masyarakat setempat.
Keunikan Budaya Surabaya yang Tersembunyi
Meskipun Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan yang modern, ada banyak aspek budaya yang tersembunyi namun sangat kaya akan makna. Salah satunya adalah tradisi "Budaya Nelayan" yang masih dilestarikan oleh masyarakat pesisir. Mereka memiliki ritual tertentu sebelum pergi berlayar, seperti doa bersama dan penyembelihan hewan kurban. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir. Menurut penelitian oleh Universitas Airlangga (2025), tradisi ini masih bertahan karena adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, Surabaya juga memiliki tradisi "Suroboyoan", yaitu sebuah istilah yang merujuk pada gaya hidup dan karakteristik masyarakat Surabaya sendiri. Suroboyoan mencakup berbagai aspek, mulai dari bahasa, cara berpakaian, hingga kebiasaan sehari-hari. Misalnya, masyarakat Surabaya dikenal memiliki sifat yang tegas dan mandiri, tetapi juga ramah dan hangat. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Harian Jawa Pos (2025), Suroboyoan dianggap sebagai ciri khas yang membedakan Surabaya dari kota-kota lain di Indonesia. Dengan adanya Suroboyoan, masyarakat Surabaya tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengembangkan identitas budaya yang unik dan khas.
Masih banyak lagi keunikan budaya Surabaya yang layak untuk dieksplorasi. Misalnya, ada beberapa komunitas lokal yang fokus pada pelestarian seni dan budaya. Komunitas ini sering mengadakan workshop dan pelatihan untuk mengajarkan seni tradisional kepada generasi muda. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu anggota komunitas tersebut, yang diterbitkan oleh Majalah Budaya Indonesia (2025), mereka menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa seni dan budaya tidak punah, meskipun semakin banyak pengaruh modern yang masuk ke dalam masyarakat.
Upaya Pelestarian Budaya di Surabaya
Dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya Surabaya, berbagai inisiatif telah dilakukan oleh pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat lokal. Salah satu contohnya adalah program "Pengembangan Wisata Budaya Surabaya" yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya lokal serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui pariwisata. Menurut laporan resmi dari Pemkot Surabaya (2025), program ini telah berhasil meningkatkan jumlah pengunjung ke situs-situs budaya dan membangun kesadaran akan nilai-nilai tradisional.
Selain itu, lembaga-lembaga pendidikan juga berperan penting dalam pelestarian budaya. Sekolah-sekolah di Surabaya kini mulai mengintegrasikan mata pelajaran budaya ke dalam kurikulum mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa generasi muda tetap memahami dan menghargai warisan budaya nenek moyang mereka. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2025), sebanyak 85% sekolah di Surabaya telah mengadopsi program pembelajaran budaya, baik melalui pelajaran seni maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, media massa dan platform digital juga berkontribusi dalam menyebarkan informasi tentang budaya Surabaya. Banyak akun media sosial dan blog yang khusus membahas budaya lokal, sehingga membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan bergabung dalam kegiatan budaya. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh website BudayaNusantara.com (2025), disebutkan bahwa media digital menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pemahaman masyarakat tentang budaya Surabaya.
Masa Depan Wisata Budaya Surabaya
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, masa depan wisata budaya Surabaya tampak cerah. Semakin banyak wisatawan yang datang untuk mengeksplorasi kekayaan budaya kota ini, dan semakin banyak pula masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga tradisi. Menurut prediksi dari Badan Pusat Statistik (BPS) (2025), jumlah wisatawan budaya ke Surabaya akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika pemerintah dan masyarakat terus bekerja sama dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal.
Namun, tantangan juga tetap ada. Misalnya, pengaruh globalisasi dan modernisasi bisa saja mengurangi minat masyarakat terhadap budaya tradisional. Untuk menghadapi hal ini, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus berinovasi dalam melestarikan budaya. Misalnya, dengan memadukan teknologi dan seni tradisional, seperti penggunaan media digital untuk mempromosikan seni dan budaya Surabaya. Dalam sebuah wawancara dengan pakar budaya, yang diterbitkan oleh Majalah Tempo (2025), disebutkan bahwa inovasi adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman.
Selain itu, penting juga untuk melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya. Dengan memberikan pelatihan dan kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk belajar dan mengembangkan seni tradisional, mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya mereka sendiri. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Surabaya (2025), ditemukan bahwa generasi muda yang terlibat dalam kegiatan budaya cenderung lebih memahami dan menghargai warisan budaya nenek moyang mereka.
Dengan semua upaya yang dilakukan, Surabaya tidak hanya menjadi kota yang kaya akan sejarah, tetapi juga menjadi contoh yang baik dalam menjaga dan melestarikan budaya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, budaya Surabaya akan terus bertahan dan berkembang, menjadikannya destinasi wisata budaya yang tak tergantikan di Nusantara.
