![]() |
| Kepengurusan baru Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi dilantik. (Foto: Dok/Ist). |
Dalam kepengurusan yang baru ini, Muhammad Zidan Ramdani resmi menjabat sebagai Presiden Mahasiswa DEMA FDIKOM UIN Jakarta, didampingi oleh Kayfin Fathoni sebagai Wakil Presiden Mahasiswa. Keduanya menyatakan kesiapan untuk menjalankan peran organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari student government atau pemerintahan mahasiswa di lingkungan fakultas.
Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menekankan pentingnya membaca kembali arah gerak organisasi kemahasiswaan agar tidak hanya berfokus pada aktivitas internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi berbagai pihak.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk melihat organisasi kemahasiswaan sebagai ruang yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun gagasan, gerakan, serta kontribusi sosial. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni menghadirkan kemaslahatan yang dapat dirasakan oleh banyak pihak.
“Kita perlu kembali membaca arah gerak organisasi mahasiswa dengan lebih jernih. Organisasi ini tidak boleh hanya bergerak untuk kepentingan internal atau kelompok tertentu saja, tetapi harus diarahkan menuju kemaslahatan yang menjadi milik kita bersama, bahkan bagi seluruh pihak yang merasakan dampaknya,” ujar Zidan dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu melakukan transformasi dalam cara berpikir dan bergerak di dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak sekadar menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari student government yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual.
“Mahasiswa perlu melakukan transformasi dalam cara berpikir maupun cara bergerak. Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian dari student government yang memiliki peran penting dalam membangun kepemimpinan mahasiswa, menghadirkan gagasan yang solutif, serta menjalankan program yang berdampak bagi lingkungan kampus maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Kayfin Fathoni, menyampaikan bahwa kepengurusan baru ini berkomitmen untuk membangun organisasi yang lebih kolaboratif dan terbuka bagi seluruh mahasiswa.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus mampu menjadi ruang partisipasi yang mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta pengembangan gagasan.
“Kami ingin menghadirkan organisasi kemahasiswaan yang lebih terbuka dan kolaboratif. DEMA FDIKOM harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, berpartisipasi dalam berbagai program, serta bersama-sama membangun gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan kampus,” ungkap Kayfin.
Ia juga menambahkan bahwa konsep student government perlu diimplementasikan melalui program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.
Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi mahasiswa dengan berbagai pihak di lingkungan kampus, sekaligus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa.
Pelantikan kepengurusan baru DEMA FDIKOM UIN Jakarta ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam membangun tradisi intelektual, kepemimpinan, serta kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Dengan kepemimpinan baru yang diusung oleh Zidan Ramdani dan Kayfin Fathoni, DEMA FDIKOM UIN Jakarta diharapkan mampu menjalankan roda organisasi kemahasiswaan secara lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Melalui semangat transformasi organisasi dan penguatan peran student government, kepengurusan baru ini berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemahasiswaan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa FDIKOM, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat secara lebih luas.
