
Jalan Kenjeran di Surabaya adalah salah satu destinasi wisata yang sangat populer dan sering dikunjungi oleh warga lokal maupun para turis. Terletak di pusat kota, jalan ini tidak hanya menjadi jalur utama penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi tempat yang penuh dengan kehidupan dan energi. Dikenal sebagai jalan yang ramai, Jalan Kenjeran menawarkan berbagai macam aktivitas dari belanja, kuliner, hingga hiburan. Selain itu, jalan ini juga memiliki sejarah panjang yang menggambarkan perkembangan kota Surabaya sejak dulu hingga sekarang.
Jalan Kenjeran mempunyai panjang sekitar 1,5 kilometer dan berjalan dari arah barat ke timur, mulai dari perempatan Gubeng hingga perempatan Rungkut. Jalannya cukup lebar, sehingga bisa menampung banyak kendaraan serta pejalan kaki. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak toko, restoran, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan yang menjadikannya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Selain itu, Jalan Kenjeran juga sering menjadi lokasi acara budaya dan olahraga, seperti lari pagi atau festival budaya yang diadakan secara berkala.
Selain kehidupan urbannya yang dinamis, Jalan Kenjeran juga memiliki nilai sejarah yang penting. Sejarahnya bermula pada masa kolonial Belanda, ketika jalan ini dibangun sebagai bagian dari sistem transportasi kota. Pada masa kemerdekaan, jalan ini menjadi salah satu titik strategis dalam perjuangan melawan penjajahan. Saat ini, Jalan Kenjeran telah menjadi simbol kemajuan kota Surabaya, yang terus berkembang sambil mempertahankan identitasnya sebagai jalan yang penuh semangat dan keberagaman.
Sejarah dan Perkembangan Jalan Kenjeran
Jalan Kenjeran pertama kali dibangun pada abad ke-19 saat Surabaya masih dalam masa kolonial Belanda. Nama "Kenjeran" berasal dari kata "kenjer" yang berarti tumbuhan rumpin, dan "an" yang merupakan akhiran bahasa Jawa. Dulu, daerah ini dikenal sebagai kawasan persawahan yang luas, namun seiring waktu, kawasan ini mulai berkembang menjadi pusat perdagangan dan industri. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Jalan Kenjeran menjadi salah satu jalan utama yang menghubungkan kota Surabaya dengan wilayah lainnya.
Setelah Indonesia merdeka, Jalan Kenjeran terus mengalami perubahan. Pada tahun 1960-an, jalan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang pesat, dengan banyaknya toko-toko kecil dan pasar tradisional. Pada era 1980-an dan 1990-an, Jalan Kenjeran mulai bertransformasi menjadi jalan yang lebih modern, dengan pembangunan gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hotel. Kini, Jalan Kenjeran menjadi salah satu jalan utama di Surabaya yang paling padat dan dinamis.
Menurut catatan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Jalan Kenjeran memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kota Surabaya. Berbagai bangunan tua yang berdiri di sepanjang jalan ini mencerminkan perubahan zaman dan evolusi kota. Salah satu contohnya adalah Gedung Bank Indonesia yang berdiri di sekitar perempatan Gubeng. Gedung ini tidak hanya menjadi pusat keuangan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan ekonomi kota Surabaya.
Aktivitas dan Fasilitas di Sekitar Jalan Kenjeran
Di sekitar Jalan Kenjeran, terdapat berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Mulai dari pusat perbelanjaan besar seperti Tunjungan Plaza, Grand City, dan Mall Tondano, hingga pasar tradisional yang menjual berbagai produk lokal. Pasar Kenjeran, yang terletak di dekat perempatan Gubeng, merupakan salah satu pasar tradisional yang paling ramai. Pasar ini menyediakan berbagai jenis barang, mulai dari sayuran segar, buah-buahan, ikan, hingga pakaian dan aksesori.
Selain itu, Jalan Kenjeran juga memiliki banyak tempat makan yang menawarkan berbagai jenis masakan, baik lokal maupun internasional. Restoran seperti Sego Londo, Bento, dan beberapa kedai kopi populer seperti Kopi Kenjeran menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bagi pecinta kuliner, Jalan Kenjeran adalah tempat yang sempurna untuk mencoba berbagai hidangan khas Surabaya seperti rawon, sate, dan bakso.
Pengunjung juga dapat menikmati suasana malam hari di Jalan Kenjeran. Beberapa tempat hiburan seperti karaoke, diskotek, dan restoran dengan tampilan menarik seringkali ramai dikunjungi. Selain itu, Jalan Kenjeran juga sering menjadi lokasi acara budaya, seperti lomba makan, festival musik, atau even olahraga seperti lari pagi. Acara-acara ini menunjukkan bahwa Jalan Kenjeran bukan hanya sekadar jalan raya, tetapi juga menjadi ruang publik yang penuh dengan kehidupan.
Keindahan Alam dan Budaya di Sekitar Jalan Kenjeran
Meski Jalan Kenjeran terkenal sebagai jalan yang penuh aktivitas urban, di sekitarnya juga terdapat beberapa tempat yang menawarkan keindahan alam dan budaya. Salah satunya adalah Taman Suryo yang terletak di dekat perempatan Gubeng. Taman ini merupakan salah satu taman kota yang paling populer di Surabaya, dengan taman bermain, jalur jogging, dan area piknik yang nyaman. Taman Suryo juga sering menjadi tempat berkumpul bagi warga setempat, terutama di akhir pekan.
Selain itu, di sekitar Jalan Kenjeran juga terdapat beberapa tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah, seperti Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Gereja Santa Maria Takhta Kerajaan. Tempat-tempat ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Surabaya.
Bagi yang ingin menikmati pemandangan kota, Jalan Kenjeran juga menjadi lokasi yang ideal untuk mengambil foto. Beberapa bangunan ikonik seperti Gedung Bank Indonesia, Hotel Sahid, dan beberapa pusat perbelanjaan memberikan pemandangan yang menarik. Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur favorit bagi para pengendara sepeda motor dan mobil yang ingin menikmati suasana kota Surabaya.
Tips Berkunjung ke Jalan Kenjeran
Jika Anda berniat berkunjung ke Jalan Kenjeran, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar pengalaman Anda lebih menyenangkan. Pertama, pastikan untuk membawa uang tunai karena tidak semua toko atau restoran menerima pembayaran digital. Kedua, hindari berkunjung di jam sibuk, terutama pada siang hari, karena lalu lintas bisa sangat padat dan membuat perjalanan agak sulit.
Ketiga, jika Anda ingin mencoba berbagai makanan khas Surabaya, kunjungi pasar tradisional seperti Pasar Kenjeran atau restoran lokal yang terletak di sekitar jalan. Keempat, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari sampah sembarangan. Terakhir, jika Anda ingin menikmati suasana malam hari, datanglah pada akhir pekan atau hari libur, karena Jalan Kenjeran biasanya lebih ramai dan penuh dengan aktivitas.
Kesimpulan
Jalan Kenjeran Surabaya adalah jalan yang penuh dengan kehidupan, sejarah, dan keindahan. Dari segi sejarah, jalan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan kota Surabaya. Dari segi ekonomi, Jalan Kenjeran menjadi pusat aktivitas perdagangan dan bisnis yang dinamis. Dari segi budaya, jalan ini menjadi tempat yang penuh dengan keberagaman dan toleransi. Dan dari segi wisata, Jalan Kenjeran menawarkan berbagai pengalaman yang menarik bagi pengunjung.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Surabaya, Jalan Kenjeran adalah tempat yang wajib dikunjungi. Dengan berbagai fasilitas, aktivitas, dan keindahan yang ditawarkan, jalan ini tidak hanya menjadi jalan raya biasa, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan kehidupan kota Surabaya. Jadi, jika Anda ingin merasakan sensasi kota yang hidup dan dinamis, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Jalan Kenjeran. [Sumber: https://www.bpcbjatim.go.id]
