![]() |
| Korpus DEMA PTKIN, Sahabat M. Miftahul Rizqi. (Foto: Dok/Ist). |
Nalarrakyat, Jakarta — Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Korpus DEMA PTKIN), Sahabat M. Miftahul Rizqi, menyampaikan apresiasi terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat berbagai upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam diplomasi internasional.
Korpus DEMA PTKIN mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas akses terhadap layanan publik, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Indonesia. Selain itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan potensi generasi muda patut ditempatkan sebagai bagian penting dari investasi masa depan bangsa.
Meski demikian, Miftahul Rizqi menegaskan bahwa apresiasi terhadap pemerintah harus tetap diiringi evaluasi kritis terhadap berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, korupsi, dan ketimpangan sosial.
Pertama, pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Korpus DEMA PTKIN mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.
“Pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Pemerintah harus memastikan masyarakat memiliki pekerjaan layak, penghasilan yang memadai, dan kesempatan untuk hidup mandiri,” tegas Miftahul Rizqi.
Kedua, pemerataan dan kualitas pendidikan. Korpus DEMA PTKIN meminta pemerintah memperkuat beasiswa, fasilitas pendidikan, penelitian, serta kesejahteraan tenaga pendidik. Perhatian khusus juga harus diberikan kepada PTKIN agar mampu meningkatkan kualitas akademik dan daya saing lulusannya.
“Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi penghalang mahasiswa untuk mengakses pendidikan tinggi. PTKIN harus mendapatkan perhatian yang proporsional karena memiliki peran strategis dalam membangun intelektualitas dan karakter bangsa,” ujarnya.
Ketiga, pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Korpus DEMA PTKIN menilai bahwa pemberantasan korupsi harus diwujudkan melalui penegakan hukum yang independen, transparansi anggaran, dan pengawasan yang efektif.
“Komitmen antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai slogan politik. Publik membutuhkan tindakan nyata, penegakan hukum tanpa tebang pilih, dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara,” lanjutnya.
Keempat, diplomasi internasional dan kepentingan rakyat. Korpus DEMA PTKIN mengapresiasi upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Namun, diplomasi harus menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat, menjaga kepentingan nasional, dan konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.
“Keberhasilan diplomasi bukan hanya tentang banyaknya pertemuan atau kesepakatan internasional, melainkan manfaat nyata bagi rakyat serta keberanian Indonesia memperjuangkan keadilan dan perdamaian,” tegas Miftahul.
Menutup pernyataannya, Korpus DEMA PTKIN menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik. Apresiasi dan kritik, menurutnya, merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan demi memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami mengapresiasi kebijakan yang memiliki tujuan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, kami tidak akan berhenti mengkritisi kebijakan yang belum menjawab kebutuhan rakyat. Pemerintah harus terbuka terhadap kritik mahasiswa karena demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi publik, transparansi, dan keberanian untuk terus berbenah,” pungkasnya.
Korpus DEMA PTKIN berharap momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan rakyat, pemerataan pendidikan, pemerintahan yang bersih, penciptaan lapangan kerja, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Korpus DEMA PTKIN juga mendorong agar pemerintah menjadikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai bagian penting dalam proses evaluasi serta perbaikan kebijakan nasional.
