GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
3 Anak Muda Indonesia Mewakili NOVA369, STB Group & ICCN di Bilateral Innovation 2 Negara (KIIP x ITB)

3 Anak Muda Indonesia Mewakili NOVA369, STB Group & ICCN di Bilateral Innovation 2 Negara (KIIP x ITB)

Daftar Isi
×
Tiga anak muda Indonesia yang bernama Nida Ghaida Fauziyyah, Belldandy Wazdy dan Mikha Aditya. (Foto: Dok/Ist). 

Nalarrakyat, Internasional - Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif Indonesia, muncul sebuah langkah yang tidak biasa. Selama ini, industri entertainment identik dengan perilisan musik saja, pertunjukan atau konten digital. Namun, tiga anak muda Indonesia yang bernama Nida Ghaida Fauziyyah, Belldandy Wazdy dan Mikha Aditya membuktikan bahwa dunia hiburan juga dapat menjadi jembatan bagi inovasi, riset dan kolaborasi antar sub sektor internasional kedepannya.

Melalui perusahaan NOVA369 Labels, STB Group & ICCN mereka berani mengambil langkah yang jarang dilakukan oleh perusahaan entertainment Indonesia pada umumnya, yaitu membangun keterlibatan langsung dengan dunia akademik dan penelitian internasional. Langkah ini menjadikan mereka sebagai perusahaan I-Pop (Indonesian Pop) pertama yang memiliki tim riset internasional dalam lintas sub sektor yang bekerja sama dengan ekosistem akademik, membuka peluang baru bahwa industri kreatif dapat berjalan berdampingan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, sains dan inovasi.

Konsep proyek ini menjadi bukti nyata dari visi mereka adalah keterlibatannya dalam Korea-Indonesia Innovation Partners (KIIP), sebuah platform kerja sama strategis antara Indonesia dan Korea Selatan yang resmi diluncurkan pada Korea-Indonesia Innovation Conference (KIIC) 2026 di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung. Pada tanggal 1 Juli 2026, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) menyelenggarakan Korea-Indonesia Innovation Conference (KIIC) 2026. Acara ini mempertemukan akademisi, pemerintah, perusahaan, startup, investor, hingga lembaga penelitian dari Indonesia dan Korea Selatan dalam satu forum kolaborasi.

Tujuan utama konferensi ini adalah membangun hubungan yang lebih erat antara dunia penelitian dan dunia industri sehingga hasil-hasil riset tidak berhenti hanya sebagai karya ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi, produk dan bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konferensi tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara ITB dengan beberapa perusahaan Korea Selatan, yaitu Dongmin Co., Ltd., Onnamu Co., Ltd., dan PT Mediasi Indonesia, sebagai langkah awal memperkuat penelitian bersama, transfer teknologi dan pengembangan inovasi lintas negara.

KIIC 2026 menghadirkan tiga sektor utama yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Pertama adalah Food and Agricultural Innovation, yang membahas inovasi di bidang pertanian modern, teknologi pangan dan ketahanan pangan. Kedua adalah Digital Innovation and Creative Technology, yang berfokus pada Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, industri kreatif, entertainment dan teknologi informasi. Ketiga adalah Beauty and Healthcare Innovation, yang membahas pengembangan teknologi kesehatan, bioteknologi dan industri kecantikan.

Selain seminar, peserta juga mengikuti sesi Business Matching, yaitu forum yang mempertemukan perusahaan, peneliti, startup dan investor untuk membangun kerja sama penelitian, pengembangan produk, investasi teknologi, hingga komersialisasi hasil riset. Salah satu hasil terpenting dari KIIC 2026 adalah peluncuran resmi Korea–Indonesia Innovation Partners (KIIP). KIIP merupakan platform kolaborasi jangka panjang yang berbasis di ITB Innovation Park dan dirancang sebagai pusat inovasi yang menghubungkan universitas, industri, startup, pemerintah, serta investor dari Indonesia dan Korea Selatan.

Melalui KIIP, berbagai bentuk kerja sama akan terus dikembangkan, mulai dari penelitian bersama, transfer teknologi, inkubasi startup, pengembangan produk inovatif, hingga investasi dan komersialisasi hasil penelitian. Platform ini juga berfungsi sebagai Business Ecosystem Accelerator, yaitu ekosistem yang membantu perusahaan dan institusi mengembangkan kerja sama lintas negara dengan lebih cepat, aman, memiliki lisensi yang jelas dan efektif melalui akses terhadap talenta terbaik, jaringan teknologi, pendampingan bisnis, serta pengurangan hambatan birokrasi dan budaya.

Yang membuat kolaborasi ini semakin menarik adalah hadirnya kontribusi dari sektor entertainment Indonesia. Tiga anak muda Indonesia (Nida Ghaida Fauziyyah, Belldandy Wazdy, Mikha Aditya) menjelaskan bahwa perusahaan entertainment tidak hanya dapat menghasilkan karya seni, tetapi juga mampu menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi kreatif nasional lebih besar. Melalui jaringan internasional yang mereka bangun, mereka turut menjembatani komunikasi antara industri kreatif, akademisi, peneliti dan perusahaan teknologi. Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi baru yang menggabungkan kreativitas dengan penelitian, sehingga inovasi yang lahir, memiliki nilai ekonomi dan nilai sosial yang kuat.

Selama bertahun-tahun, industri entertainment Indonesia lebih banyak dikenal melalui karya musik, film dan pertunjukan. Kini, paradigma tersebut mulai berubah dengan adanya pintu terbuka lebar melalui NOVA369, STB Group & ICCN. Berbagai kolaborasi menunjukkan bahwa perusahaan kreatif dan karya-karyanya juga dapat menjadi bagian dari ekosistem (contoh penelitian internasional, berkolaborasi antar universitas, pemerintah dan perusahaan teknologi) untuk menghasilkan solusi yang berdampak luas pada ekonomi kreatif suatu negara.

Berikut posisi saat ini dari ketiga anak muda bangsa yang mewakili NOVA369, STB Group & ICCN:

  • Nida Ghaida Fauziyyah yang saat ini memegang posisi sebagai founder NOVA369 dan STB Group, creative director juga fashion stylist. Serta menjadi Wakil Sekretaris ICCN Korda Jawa Barat.
  • Belldandy Wazdy yang memegang posisi sebagai KIIP Core Management (Indonesia-Korea), Upcoming Singer NOVA369, research team STB Group x ICCN Jawa Barat.
  • Mikha Aditya yang memegang posisi sebagai founder VIBRANCE Studio (STB Group), choreographer, creative director, script writer & research lead STB Group x ICCN Jawa Barat.

Semoga lahirnya kolaborasi ini menjadi awal dari semakin terbukanya ruang bagi anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar, tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi dan inovasi dunia, tetapi juga menjadi pelaku yang mampu menciptakan perubahan. Melalui semangat kolaborasi lintas sektor dan negara, Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi inovator yang mampu menggabungkan kreativitas, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya menjadi kekuatan baru yang mengharumkan nama bangsa di tingkat global.