Nalarrakyat, Bogor — Mahasiswa KKN-T
melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Desa
Sirnagalih Melalui Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) dari Bonggol Pisang pada
Sistem Hidroponik” di Greenhouse Hidroponik RT 03 RW 08, Desa Sirnagalih,
Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya
pemberdayaan kelompok tani melalui pemanfaatan limbah lokal bernilai ekonomi
serta penguatan praktik pertanian berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-T melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Desa Sirnagalih Melalui Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC). (Foto: Dok/Ist).
Program
ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan petani terhadap alternatif pupuk yang lebih
terjangkau serta sistem budidaya yang efisien dan berorientasi pasar. Bonggol
pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi pupuk
organik cair melalui proses fermentasi menggunakan EM4 dan molase selama 14
hari. Inovasi ini tidak hanya menekan ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi
juga mengurangi limbah organik di lingkungan desa.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik langsung. Tahapan dimulai dari persiapan bahan dan alat, demonstrasi pembuatan POC, penjelasan proses fermentasi, edukasi mengenai sistem hidroponik praktis dan ekonomis, hingga pelatihan aplikasi POC serta perawatan tanaman. Mahasiswa KKN-T juga membagikan modul panduan yang telah disusun sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan bagi kelompok tani. Selain itu, contoh produk POC yang telah dipersiapkan sebelumnya turut dibagikan kepada peserta sebagai referensi mutu dan hasil akhir yang diharapkan.
Materi
edukasi menekankan pentingnya efisiensi nutrisi dalam sistem hidroponik serta
pemilihan komoditas bernilai jual tinggi agar kegiatan budidaya tidak hanya
bersifat teknis, tetapi juga memiliki orientasi ekonomi. Dengan pendekatan ini,
petani diharapkan mampu mengintegrasikan inovasi pupuk organik dengan sistem
produksi modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Kegiatan
ini dihadiri oleh kelompok tani, kader Kampung Ramah Lingkungan (KRL), serta
perwakilan RT dan RW setempat. Suasana berlangsung interaktif dan penuh
antusiasme. Peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan budidaya, efisiensi
biaya produksi, serta peluang pengembangan hidroponik di tingkat rumah tangga
maupun kelompok.
Ibu
Dini selaku Ketua Pokja 3 menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani di
Desa Sirnagalih. Menurutnya, pemanfaatan POC berbasis bonggol pisang berpotensi
menjadi solusi atas tingginya biaya bahan produksi yang selama ini menjadi
kendala utama dalam budidaya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T tidak hanya mentransfer pengetahuan teknis, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir menuju pertanian ramah lingkungan berbasis potensi lokal. Ke depan, diharapkan inovasi ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang mandiri serta berdaya saing.