GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama: KKN-PPM UGM Bersama Masyarakat Desa Karangduren

Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama: KKN-PPM UGM Bersama Masyarakat Desa Karangduren

Daftar Isi
×

Pemaparan program KKN-PPM UGM JT-149 bersama perangkat desa di Balai Desa Karangduren (24 Juni 2026)

Nalar Rakyat, Klaten -
Selama lima puluh hari, mulai 21 Juni hingga 8 Agustus 2026, kami, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada dengan kode JT-149 Periode II Tahun 2026 Desa Karangduren yang terdiri dari 10 Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk hidup, belajar, dan mengabdi bersama masyarakat Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

Melalui tema "Peningkatan Kapasitas SDM UMKM dan BUMDes Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perekonomian Desa," kami berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga mampu menjadi fondasi untuk keberlanjutan. Selama masa pengabdian tersebut, kami melaksanakan 54 program kerja yang menyasar pemerintah desa, BUMDes, pengelola Taman Jlengut, pelaku UMKM, tenaga pendidik, kelompok PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga siswa sekolah dasar.

Sejak awal pelaksanaan KKN, kami menyadari bahwa Desa Karangduren memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Keberadaan Taman Jlengut sebagai destinasi wisata edukasi, aktivitas ekonomi masyarakat yang didukung oleh UMKM, serta semangat pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal menjadi modal utama yang kami temukan selama proses observasi.

Bersama perangkat desa, pengelola BUMDes, tokoh masyarakat, serta berbagai kelompok warga, kami berdiskusi untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus peluang yang dapat dikembangkan. Dari proses tersebut, kami menyusun rangkaian program yang berfokus pada penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta pengembangan potensi wisata desa.

Salah satu fokus utama kami adalah mendukung pengembangan Taman Jlengut sebagai ikon wisata Desa Karangduren. Kami memulai dengan mengembangkan website resmi kawasan wisata sebagai media informasi dan promosi digital yang dapat diakses masyarakat luas.

Untuk mendukung keberlanjutan promosi, kami menyelenggarakan pelatihan branding dan penulisan konten promosi bagi pengelola, menyusun kalender konten media sosial serta bank konten yang siap digunakan, serta menyusun laporan statistik pengunjung sebagai dasar evaluasi strategi pemasaran.

Kami juga mengembangkan peta wisata yang memudahkan navigasi pengunjung, menyusun proposal paket wisata terintegrasi bersama destinasi wisata lain di Kecamatan Kebonarum, serta melakukan analisis potensi spasial dan pemetaan inventaris kawasan wisata guna mendukung pengembangan jangka panjang.

Tidak berhenti di sana, kami membangun arsip digital Taman Jlengut, menghadirkan sistem kritik dan saran berbasis QR Code, mengoptimalkan potensi terapi ikan, serta mengembangkan sistem informasi satwa berbasis QR Code yang terhubung dengan website sehingga pengunjung dapat memperoleh informasi edukatif mengenai satwa hanya dengan memindai kode yang tersedia.

Sebagai bentuk pelestarian budaya lokal, kami turut memperbarui papan nama satwa dan tumbuhan menggunakan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, serta nama latin, sekaligus menambahkan penggunaan Bahasa Jawa pada website Taman Jlengut sehingga wisata tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media pembelajaran budaya.

Dalam bidang ekonomi, kami berupaya memperkuat kapasitas UMKM dan BUMDes melalui berbagai pelatihan yang aplikatif. Bersama pelaku UMKM, kami menyelenggarakan sosialisasi penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar pelaku usaha mampu menghitung biaya produksi secara tepat sebelum menentukan harga jual. Kami juga memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi UMKM agar pencatatan usaha menjadi lebih rapi dan akuntabel.

Sementara itu, bagi BUMDes, kami mengadakan workshop digitalisasi laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel yang menghadirkan narasumber dari praktisi akuntansi pemerintahan, sekaligus menyusun template laporan keuangan yang lebih sistematis dan mudah digunakan.

Selain itu, kami mendampingi penyusunan Business Model Canvas bagi Karang Taruna, memberikan penguatan laporan keuangan Taman Jlengut, menginisiasi pasar musiman sebagai ruang promosi produk lokal, serta melaksanakan sosialisasi QRIS dan program Kenali Rupiah sebagai bagian dari peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam mengembangkan usaha maupun mengelola lembaga desa secara berkelanjutan.

Peningkatan kapasitas masyarakat juga kami lakukan melalui sektor pendidikan. Bersama tenaga pendidik, kami menyelenggarakan edukasi literasi digital, sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung proses pembelajaran, pelatihan penggunaan Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif, serta edukasi mengenai keamanan digital dan penipuan online.

Sementara itu, bagi siswa sekolah dasar kami menghadirkan berbagai kegiatan yang dikemas secara menyenangkan, seperti edukasi ekonomi cilik, literasi numerasi, pengenalan peta Indonesia, lomba storytelling, lomba mewarnai wayang, permainan ular tangga budaya, serta berbagai aktivitas edukatif lainnya.

Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas generasi muda perlu dimulai sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk terus belajar dan berkreasi.

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dari pengabdian kami. Bersama pengelola Taman Jlengut dan kelompok PKK, kami menginisiasi sistem pengelolaan limbah organik menjadi pupuk organik yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.

Kami juga melaksanakan penanaman vegetatif di kawasan wisata sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengadakan demonstrasi ecoprint sebagai alternatif pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal, serta memberikan edukasi mengenai repelen tikus alami kepada kelompok tani. Berbagai kegiatan tersebut kami rancang agar masyarakat memiliki alternatif solusi yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat dikembangkan secara mandiri.

Kami turut mendukung berbagai aspek pembangunan desa melalui penyusunan profil Desa Karangduren, pengarsipan sejarah dan potensi desa, penyusunan peta profil desa, pemetaan UMKM berbasis WebGIS, pendampingan penyelenggaraan Relawan Cilik, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti lomba balap traktor dan aktivitas sosial lainnya.

Selama lima puluh hari pelaksanaan KKN, kami menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menghadirkan berbagai program kerja, melainkan membangun proses belajar bersama. Berbagai diskusi dengan perangkat desa, pelatihan bersama pelaku UMKM, pendampingan pengelola BUMDes, kegiatan edukasi bersama guru dan siswa, hingga gotong royong bersama masyarakat memberikan pengalaman yang tidak ternilai bagi kami sebagai mahasiswa.

Setiap interaksi memperlihatkan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bagi kami, Desa Karangduren bukan hanya lokasi pelaksanaan KKN, melainkan ruang belajar yang mengajarkan arti kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Karangduren, BUMDes, pengelola Taman Jlengut, seluruh mitra, serta masyarakat yang telah menerima kami sebagai bagian dari keluarga selama masa pengabdian. Semoga kolaborasi yang telah terjalin menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Karangduren di masa yang akan datang.