GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
#SelamatkanUIN: Saat Mahasiswa Bertahan di Tengah Mahalnya Biaya Pendidikan

#SelamatkanUIN: Saat Mahasiswa Bertahan di Tengah Mahalnya Biaya Pendidikan

Daftar Isi
×
Mahasiswa UIN Jakarta menutup jalan depan kampus. (Foto: Dok/Ist).

Nalarrakyat, Jakarta — Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi bertajuk #SelamatkanUIN sebagai bentuk protes terhadap mahalnya biaya pendidikan dan berbagai kebijakan kampus yang dinilai semakin membebani mahasiswa. Aksi yang berlangsung di depan gedung rektorat tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi internal kampus.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster dan spanduk bertuliskan “Pendidikan Hak Rakyat”, “UKT Mahal Membunuh Harapan”, hingga “Jangan Paksa Kami Putus Kuliah”. Massa aksi menilai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah membuat banyak mahasiswa kesulitan melanjutkan pendidikan, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga buruh, petani, pedagang kecil, dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Mahasiswa juga menyoroti arah kebijakan kampus yang dinilai lebih sibuk mengejar proyek, kerja sama bisnis, dan program-program seremonial dibandingkan memperbaiki kualitas pendidikan. Mereka menilai berbagai persoalan mendasar seperti fasilitas belajar, akses beasiswa, transparansi UKT, hingga kesejahteraan mahasiswa justru kerap diabaikan. Dalam orasinya, massa aksi menyebut kampus perlahan kehilangan orientasi sebagai ruang pendidikan karena lebih mengutamakan logika keuntungan dan pencitraan institusi.

Secara bergantian, mahasiswa menyampaikan orasi mengenai keresahan yang mereka alami. Mereka menyoroti pengelompokan UKT yang dianggap tidak transparan, minimnya keberpihakan kampus terhadap mahasiswa kurang mampu, serta semakin kuatnya arah komersialisasi pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.

“Hari ini mahasiswa dipaksa bertahan di tengah biaya kuliah yang mahal, sementara kampus justru lebih fokus mengurus proyek dan kerja sama bisnis. Pendidikan semakin dipinggirkan, sedangkan kepentingan ekonomi kampus terus diprioritaskan,” tegas salah satu orator dalam aksi.

Mahasiswa menyampaikan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang pembebasan dan harapan bagi rakyat kecil, bukan justru menghadirkan ketakutan akibat mahalnya biaya pendidikan. Banyak mahasiswa hari ini harus bekerja sambilan, meminjam uang, bahkan menunggak pembayaran demi tetap bisa bertahan di bangku kuliah.

Selain mendesak pihak rektorat membuka ruang dialog terkait kebijakan UKT, KBM UIN Jakarta juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan kampus yang dinilai semakin menjauh dari semangat pendidikan rakyat. Mereka menyerukan solidaritas antar mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kampus agar tetap berpihak pada kepentingan pendidikan, bukan kepentingan proyek dan bisnis.

Aksi ditutup dengan pembacaan tuntutan dan sebagai simbol harapan agar pendidikan tetap dapat diakses oleh seluruh kalangan tanpa dibatasi kondisi ekonomi. Mahasiswa menegaskan bahwa gerakan #SelamatkanUIN akan terus dikawal sebagai bentuk perlawanan terhadap mahalnya biaya pendidikan dan komersialisasi kampus.