![]() |
| Sultan Hadiwijaya, Universitas Pamulang Serang. (Foto: Dok/Ist). |
Nalarrakyat, Opini - Pasar Cikande merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Serang. Setiap hari, pasar ini menjadi tempat utama warga memenuhi kebutuhan pokok. Namun, kondisi harga bahan pokok saat ini masih dirasakan cukup tinggi dan memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah.
Beberapa komoditas penting seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur, dan daging ayam memang relatif stabil, tetapi harganya belum sepenuhnya terjangkau. Kenaikan harga paling terasa pada cabai dan bawang, yang kerap mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca, pasokan, dan distribusi.
Selain itu, biaya distribusi dan transportasi dari daerah pemasok turut memengaruhi harga di tingkat pedagang. Ketika pasokan terganggu atau permintaan meningkat, harga di pasar ikut melonjak dan sulit ditekan.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada pembeli, tetapi juga pedagang. Harga beli yang tinggi membuat pedagang terpaksa menaikkan harga jual, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun. Akibatnya, aktivitas transaksi menjadi lebih sepi.
Program seperti operasi pasar murah dan bazar pangan memang membantu masyarakat, namun sifatnya masih sementara. Diperlukan langkah yang lebih berkelanjutan, seperti penguatan pasokan lokal dan pengawasan harga, agar stabilitas harga benar-benar bisa dirasakan warga.
Sebagai pasar rakyat, Pasar Cikande diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang adil dan terjangkau, demi menjaga kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi lokal.
*) Penulis adalah Sultan Hadiwijaya, Universitas Pamulang Serang.
