GUd9GUWiGpG9GUW9TUA9TfdlTA==
Light Dark
Banjir Sumatra-Aceh: Musibah Bagi Orang Beriman Dan Azab Bagi Orang Yang Zhalim

Banjir Sumatra-Aceh: Musibah Bagi Orang Beriman Dan Azab Bagi Orang Yang Zhalim

Daftar Isi
×


Nalar Rakyat, Opini
- Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda wilayah Indonesia, termasuk Sumatra dan Aceh. Setiap musim hujan, daerah-daerah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang memadai berisiko mengalami banjir besar yang berdampak pada kerugian material, korban jiwa, serta gangguan sosial-ekonomi. Dalam masyarakat Muslim, fenomena banjir sering dipahami melalui dua sudut pandang utama: sebagai musibah atau bahkan sebagai azab dari Allah SWT.

Jika kita melihat dari sudut pandang sains, banjir merupakan fenomena hidrometereologis yang terjadi akibat factor alam seperti curah hujan yang tinggi dan aktivitas manusia lainnya seperti : penebangan pohon illegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga hutan menjadi alih fungsi menjad kebun, pendangkalan Sungai serta tata Kelola drainase yang buruk. Firman Alloh SWT dalam QS. Ar-Rum Ayat

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”

Dalam kacamata islam banjir menjadi salah satu ketetapan Alloh swt.

1.      Banjir sebagai musibah

Musibah adalah ujian dari Allah untuk menguji keimanan dan kesabaran manusia. Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”

 

2.      Banjir sebagai azab bagi mereka yang zhalim

Bukti nyata yang bisa kita lihat Adalah banyaknya gelondongan kayu dengan bekas potongan mesin merupkan bukti yang sangat jelas betapa serakah dan zolimnya manusia manusia pemangku jabatan yang memberikan izin penebangan hutan secara liar. Sebagaimana yang dinyatakan oleh kemenhut bahwa “bisa berasal dari berbagai sumber,” dari penebangan legal hingga penyalahgunaan izin, dan membuka penyelidikan dugaan keterlibatan jaringan illegal logging.

SOLUSI

1.      Kesadaran dari pemerintah agar tidak memberikan izin penebangan hutan  secara illegal sehingga hutan dan habitatnya tetap terjaga

2.      Masyarakat harus sadar dan bergotong royong untuk menjaga hutan, drainase Sungai dan juga tidak membiarkan oknum oknum nakal baik dari pelaksana ataupun pemangku kebijakan yang melakukan penggundulan hutan

Kesimpulan

Banjir di Sumatra Aceh dapat dipahami secara komprehensif melalui integrasi sains dan Islam. Dari sisi sains, banjir merupakan akibat dari faktor alam dan ulah manusia yang dapat diminimalkan melalui mitigasi dan pengelolaan lingkungan. Dari sisi Islam, banjir lebih tepat dipahami sebagai musibah dan peringatan, bukan azab semata, yang bertujuan agar manusia kembali menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan pendekatan integratif ini, manusia diharapkan mampu bersikap rasional, spiritual, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana alam.

Penulis : Ayatullah Ahmad Assakandary ( Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Unisma)

Editor : Alana Zahira Malika