![]() |
| Fapet UGM memperkenalkan teknologi Bio-Amoniasi berbasis limbah pertanian kepada Kelompok Ternak Satwa Mulya di Jetis, Bantul. (Foto: Dok/Ist). |
Nalarrakyat, Yogyakarta - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) memperkenalkan teknologi Bio-Amoniasi berbasis limbah pertanian kepada Kelompok Ternak Satwa Mulya di Jetis, Bantul, pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas pakan ternak melalui pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah namun sering belum dimanfaatkan secara optimal.
Teknologi Bio-Amoniasi merupakan metode
pengolahan limbah pertanian—seperti jerami, batang jagung, dan limbah hijauan
lainnya—melalui proses biologis dengan memanfaatkan amonia dan mikroorganisme.
Proses ini mampu meningkatkan kandungan protein, kecernaan, serta daya simpan
bahan pakan, sehingga menjadi solusi efektif bagi peternak yang kerap
menghadapi keterbatasan pakan pada musim kemarau dan naiknya harga pakan
komersial.
Ketua Tim, Dr. Moh. Sofi’ul Anam,
menjelaskan bahwa teknologi ini sangat relevan untuk peternak rakyat karena
mudah diterapkan dan berbiaya rendah. “Bio-amoniasi membuat limbah pertanian
menjadi lebih bernilai. Kualitas pakan meningkat, dan ini berdampak langsung
pada efisiensi pemeliharaan ternak,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan ini juga melibatkan
Dr. Ir. Aji Praba Baskara, drh. Fatkhanuddin Aziz, serta Muh Amat Nasir, M.Sc..
Para anggota tim memberikan pelatihan mulai dari penjelasan prinsip kerja
bio-amoniasi, pemilihan bahan, pembuatan larutan amoniasi, hingga praktik
fermentasi secara langsung bersama para peternak. Pendekatan praktik lapangan
ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan peternak dalam memproduksi pakan
secara mandiri.
Ketua Kelompok Ternak Satwa Mulya, Pak
Tomo, mengungkapkan bahwa teknologi ini membuka peluang baru bagi peternak di
wilayah Jetis. “Selama ini jerami dan limbah pertanian hanya kami tumpuk atau
bakar. Setelah belajar bio-amoniasi, kami jadi tahu bahwa bahan-bahan itu bisa
diubah menjadi pakan berkualitas tinggi. Ini sangat membantu kami, terutama saat
musim kemarau,” tuturnya.
Fapet UGM berharap penerapan teknologi
Bio-Amoniasi di kelompok ternak dapat mengurangi limbah pertanian, meningkatkan
kemandirian pakan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan
peternak di Bantul.
